Pertama kali menjadi sales beberapa tahun yang lalu saya kurang memahami hal ini, bahwa dalam setiap pekerjaan pasti ada senjata yang harus dimiliki. Tukang kayu dengan meteran, penggaris siku dan gergajinya; tukang jahit dengan benang, jarum dan meterannya, bahkan HRD pun harus mempersenjatai dirinya dengan kemampuan menggunakan alat tes dan kemampuannya "membaca" lawan bicaranya pada saat interview.
Lalu apa senjata sales? Senjata utama yang harus dimiliki seorang sales adalah selembar kartu nama, yang kedua adalah hapalan tentang harga, yang biasanya akan diwakili oleh lembaran pricelist. Dua hal tersebut adalah senjata utama disamping pemahaman produk dan kepercayaan diri serta semangat juang yang tidak pernah habis.
Sedikit cerita mengenai dua senjata utama tersebut, yang memang sangat penting. Memang seorang sales tidak boleh lepas dari kedua hal tersebut. Sebetulnya tanpa kartu nama sales masih bisa bekerja, dengan menuliskan nama dan kontaknya di pricelist yang dia tinggalkan pada customernya. Tapi bagaimana jika info harga tidak diberikan dalam bentuk pricelist? Seperti seorang sales perumahan yang tidak akan membawa pricelist kemana-mana. Ya, intinya kartu nama memang akan menjadi sangat penting.
Ketika pertama kali saya bekerja sebagai seorang sales pun saya melakukan hal yang sedikit ekstrim, bahkan sedikit membutuhkan muka yang lebih tebal dari biasanya. Ketika itu saya belum memiliki kartu nama sendiri karena masih minggu pertama bekerja. Yang saya lakukan waktu itu adalah saya menggunakan kartu nama atasan saya yang saya "Tip Ex" nama dan nomer telponnya lalu saya ganti dengan nama dan nomer telpon saya. Hal itu saya lakukan mengingat bahwa jika bertemu dengan klien yang cukup penting, salah satu cara untuk membuat mereka ingat kepada kita adalah dengan meninggalkan kartu nama. Apalagi jika pertemuan dengan klien tersebut terjadi di sebuah acara yang tidak mungkin membawa pricelist. Lagipula akan jadi kurang sopan jika kita berkenalan dan kita meminta kartu nama lawan bicara sedangkan kita tidak memiliki kartu nama untuk ditukar. Jadi kartu nama ini akan menjadi satu hal yang cukup krusial untuk bisa membuat klien/customer kita bisa mengingat kita dan bendera perusahaan kita. Jadi melihat pengalaman saya, saya sarankan untuk para sales baru yang belum punya kartu nama, jangan malu melakukan apapun supaya anda memiliki selembar kartu dengan nama anda di atasnya.
Yang kedua adalah pemahaman harga, seorang sales harus hapal atau setidaknya tahu harga barang yang dijualnya. Bagaimana jika tidak tahu dan tidak hapal? Karena itulah kita jadi tahu betapa pentingnya lembaran pricelist. Lembaran pricelist (atau dalam bentuk digital) akan sangat membantu seorang sales untuk menginfokan harga. Tanpa pricelist seorang sales hanya akan tampak seperti seorang penderita rabun jauh minus 15 yang lari pagi tanpa kacamata, yang akan tabrak kiri tabrak kanan karena sedikit kelabakan mencari jalan. Jadi saya sarankan untuk teman-teman sales baru, jangan pernah biarkan Pricelist itu jauh-jauh dari pandangan anda, atau anda akan seperti orang kebingungan ketika ditanya harga.
Begitulah sedikit penjabaran saya mengenai dua buah senjata utama sales, Jangan pernah menyepelekan selembar kartu nama, anda harus punya itu, apapun bentuknya. Selain itu jangan pernah melepaskan lembaran pricelist dari pandangan anda, terutama ketika anda berada dalam jam kerja.
HAPPY SELLING....Salam :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar