"What's in a name?That which we call a rose by any other name would smell as sweet" (Shakespeare, Romeo and Juliet II, ii, 1-2)
Apa sih arti sebuah nama?setangkai mawar sekalipun kita sebut dengan nama apa saja dia tetap mengeluarkan aroma yang manis.
Seringkali kita pun bertanya apa sih artinya sebuah nama selain sebagai sebuah identitas diri dan panggilan diri. Dari situ kita sering menyepelekan nama yang diberikan orang tua kita, bahkan dalam beberapa kasus yang diceritakan oleh beberapa rekan relawan untuk pendampingan anak jalanan ada banyak anak jalanan yang benar-benar sudah melupakan nama asli mereka dan menggantinya dengan nama panggilan baru.
Mungkin terdengar cukup sepele dan terkesan cuma hal kecil, SEBUAH NAMA, tapi percaya atau tidak, bahwa sebuah nama dapat mempengaruhi jalan hidup seseorang.
Dalam banyak tradisi dan religi, nama memegang peranan penting dalam hidup manusia. Bahwa nama itu adalah doa pertama orang tua yang ditanamkan dalam diri si bayi, tentang harapan, impian, ataupun kenangan orang tuanya yang ingin di tanamkan dalam diri si anak, yang tentunya doa, harapan, impian dan kenangan orang tua tersebut akan dibawa si anak hingga akhirnya kelak.
Dalam tradisi kuno Jepang, nama adalah sebuah mantra paling sederhana yang dimiliki seseorang, yang mana jika orang tersebut meyakini arti namanya maka mantra tersebut akan terwujud nyata dalam hidupnya. Dalam tradisi Jawa pun ada kepercayaan bahwa seorang bayi yang baru lahir harus diberi nama yang sesuai dengan dirinya, jika ternyata nama yang diberikan "terlalu berat" untuk si bayi maka si bayi akan menjadi sakit, dan untuk mengubah nama harus diadakan upacara khusus. Bahkan dalam mitologi barat ada cerita bahwa seorang penyihir tidak diperbolehkan menggunakan nama aslinya. Nama aslinya harus dirahasiakan sejak dia dilatih menjadi penyihir. Karena jika ada penyihir lain yang mengetahui nama aslinya, maka akan sangat mudah untuk mengirimkan Demon-demon untuk menghancurkan musuhnya, juga dapat mengirim mantra untuk mengikatnya. Karena dipercaya bahwa setiap roh diciptakan harus tunduk pada mantra-mantra tertentu, dan ketika seseorang lahir dan diberi nama, nama itulah ikatan pertama terhadap rohnya sebagai identitas rohnya. Dan jika ada orang yang memantrai nama tersebut maka roh yang memiliki identitas dengan nama tersebut harus patuh pada mantra yang dikirimkan tersebut.
Dalam budaya dan reliji kuno Jawa, penggantian nama harus dilakukan dengan upacara khusus. Hal tersebut dilakukan dengan alasan sama seperti yang dibahas di atas. Karena untuk mengubah nama seseorang yang perlu dilakukan adalah melepaskan ikatan nama yang lama terhadap roh orang yang bersangkutan, lalu setelah itu baru bisa diberikan identitas (doa) yang baru terhadap roh tersebut. Penggantian nama pun hanya boleh dilakukan dengan alasan yang benar-benar kuat dan mendasar. Seperti seorang tetangga saya yang sewaktu kecil namanya diganti menjadi "Slamet", nama yang sederhana bagi era sekarang, tapi bagi orang tuanya itu adalah hal yang luar biasa. Penggantian nama tersebut dilakukan setelah si Slamet ini bisa selamat dari sebuah kecelakaan yang bahkan menurut penilaian medis seharusnya menewaskan dia. Dan sebagai ucapan syukur sekaligus doa untuk putranya dia diganti nama menjadi "Slamet".
Dalam alkitab Perjanjian Lama pun ada satu cerita mengenai pergantian nama. Ketika seorang Abram dan Sarai berubah nama menjadi Abraham dan Sarah, pada saat mereka diberitahu bahwa Abram akan menjadi Bapa dari segala bangsa.
Dalam mitologi barat, ketika seorang penyihir harus mengganti nama mereka dengan tujuan menyembunyikan nama aslinya, mereka tidak menggunakan upacara penggantian nama, karena nama baru yang akan mereka gunakan tidak akan digunakan sebagai ikatan roh, dan membiarkan nama lama mereka yang tetap digunakan sebagai identitas roh mereka. Sehingga jika ada serangan mantra dari penyihir lain, mantra tersebut tidak akan menyerang hingga ke dalam roh.
Dari contoh-contoh tersebut di atas sudah sangat jelas nahwa nama itu memegang peranan penting dalam hidup seseorang, bukan sekedar huruf yang tercetak di akte kelahiran, kartu pelajar, KTP, ataupun SIM. Tapi lebih pada doa dari orang tua kita yang tercetak sangat dalam ke dalam roh yang menopang kehidupan kita masing. Bahkan jika kita bisa meng'amin'i nama kita yang merupakan doa tersebut hasilnya akan sangat luar biasa, karena doa pertama dari orang tua kita yang tentu saja menandai restu mereka akan kelahiran kita di dunia ini bisa diyakini dan diusahakan sebagai hal yang "YA" dan "PASTI" dalam kehidupan kita.
Jadi jangan pernah menyepelekan arti sebuah nama, apapun dan siapapun, nama itu adalah doa yang selalu baik.
Selamat melanjutkan hari, Tuhan memberkati kita semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar