Sudah setaun belakangan ini denger istilah lomografi, dan sudah hampir sebulan ini ada temen yang beli kamera lomo. Selidik punya selidik, ternyata lomografi ini sudah jadi mode di kalangan anak muda, tapi apa sih yang dimaksud lomografi itu?
Lomografi sendiri pada awalnya trademark komersil dari Lomographische AG, Austria, untuk produk dan layanan yang terkait dengan fotografi. Nama tersebut diinspirasikan dari nama perakitan lensa LOMO PLC di St.Petersburg, Rusia. LOMO PLC tersebut menciptakan dan memproduksi kamera 35mm otomatis kompak LOMO LC-A -- yang menjadi 'centerpiece dari marketing penjualan lomograf. kamera ini memiliki bentuk yang didasarkan pada Cosina CX-1 dan diperkenalkan pada awal 1980an.
Setelah aku pelajari lagi tentang hardware yang diterbitkan, ternyata sebagian besar (hampir semua malah) kamera lomo ini diciptakan hanya memiliki satu efek. Well...sedikit catatan bahwa lomografi sendiri didefinisikan sebagai sebuah modus snapshot yang simpel dan memiliki karakteristik over saturated, blury, oldie, dsb. Contohnya pada kamera lomo fisheye, efek yang ditanamkan hanyalah sebuah lensa wideangel pendek yang mampu memberikan efek distorsi fisheye.
Setelah sya pelajari lebih dalam lagi, ternyata efek pada lomografi tidak hanya terbatas pada kamera, seperti yang diketahui secara terbatas pada pecinta lomografi baru, tapi juga sampai pada efek kamar gelap yang tidak biasa.
Setelah sampai disini pembelajaran saya, saya lalu berpikir, kenapa ga sekalian pake analog SLR aja?kalaupun sebagian besar pecinta LOMO ini menghindari pemakaian kamera digital, tapi saya pikir semua efek yang bisa dihasilkan oleh kamera LOMO sangat bisa dihasilkan oleh kamera SLR analog. OK kita bicara masalah "don't think, just shoot" jargon dari pabrikan LOMO yang sebetulnya hampir sama dengan "The Kodak Moment". Tapi menurutku itu cuma bahan marketing yang dipakai untuk mempengaruhi orang dan membuat orang berpikir, bahwa "memakai kamera LOMO kamu ga perlu mikir buat ngehasilin gambar yang aneh-aneh, ga kaya make kamera SLR analog", padahal dengan memakai analog, pembelajaran kita bakal lebih jauh lagi. Sebenarnya permainan di kamera LOMO kan cuma masalah saturasi, dan pencahayaan yang bisa dihasilin dari film effect dan light meter effect, beberapa bisa dimainkan dengan penggantian lensa, bahkan untuk lomografer yang sudah profesional, efeknya sudah dimulai oleh para pecinta fotografi yang memakai SLR ataupun format medium sejak puluhan tahun lalu dengan penambahan media efek pada pencetakan dengan penyinaran di enlarger manual.
Yah, kalau pendapat saya pribadi tentang Lomografi adalah, dia menutup kemungkinan untuk kita belajar lebih banyak tentang fotografi (terutama manual) dengan memberi kita cara praktis untuk mengambil gambar. Gimana pendapat anda?
atau mungkin ada yang mau menambahkan, mengingat pembelajaran saya tentang kamera lomo ini belum banyak :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar