Setiap kali melihat pertandingan sepak bola, untuk mengundi siap dapat bola pertama wasit pasti akan melempar koin dan ketika koin jatuh, tim yang memiliki sisi koin yang menghadap ke atas berhak mendapatkan bola pertama.
Bagaimanapun kita semua tahu koin memiliki dua sisi, dan ketika koin itu dilempar lalu jatuh pasti yang tampak hanyalah satu sisi, entah itu sisi yang diharapkan ataupun yang tidak diharapkan. Tidak akan pernah terjadi dua sisi muncul secara bersamaan, bisa terjadi dengan kemungkinan kecil koin akan berdiri di tengah - tapi sangat kecil-.
Hidup ini pun seperti halnya koin, segala sesuatu penuh pilihan dan setiap pilihan pasti memiliki dua sisi, entah itu tindakan yang dipandang baik ataupun tindakan yang dipandang buruk. Seperti halnya seorang pencuri jemuran, sekalipun banyak orang yang memandang itu sebagai sebuah tindakan kriminal yang jahat, tapi terkadang kalau kita mau membalik koin yang dimiliki si maling ini yang kita temukan adalah sebuah kisah menyedihkan.
Sebuah cerita pernah diceritakan oleh bapak saya, mengenai seorang pencuri sepeda, yang pernah mencuri sepeda milik bapak saya. Setelah beberapa hari kemudia si pencuri itu kembali dengan membawa sepeda dikarenakan setelah mencuri sepeda anaknya demam tinggi dan sempat kejang-kejang. Berhubung jaman itu masyarakat masih sangat percaya klenik, si pencuri berpikir bahwa demam anaknya diakibatkan oleh "sesuatu" yang dikirim kakek saya karena sepeda anaknya dicuri.
Ketika si pencuri ini datang mengembalikan sepeda sambil menangis, kakek saya menanyakan, "kenapa maling sepeda" dan dijawab untuk makan keluarga. Nah, saat itu yang dilakukan kakek saya adalah, memberikan sepedanya ditambah dengan uang untuk berobat dan sedikit uang untuk biaya hidup keluarga selama beberapa hari.
Dikaitkan dengan keping uang tadi. Seringkali yang kita lihat dari tindakan orang lain yang mana tindakan itu merugikan hanyalah memberikan cap bahwa orang tersebut jahat, dan tindakannya menimbulkan kerugian serta rasa sakit bagi korban. Tapi kita sendiri jarang mau mencoba membalik koin yang dimiliki pelaku. Memang semua perbuatan negatif pasti memiliki hasil negatif, tapi bagaimana jika memang sudah tidak ada kesempatan lain atau pilihan lain yang bisa dipilih selain berbuat jahat? Atau bagaimana jika menyakiti dan berbuat jahat memang adalah pilihan terbaik yang dimiliki orang tersebut karena alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam hidupnya?
Bahkan seringkali dalam perbuatan baik seseorang, jika kita membalik koin yang dimiliki orang tersebut kita juga akan menemukan sisi koin yang buruk bahkan cacat. Contohnya adalah ketika kita melihat banyak orang yang bisa menyumbang uang, berderma, dan lain sebagainya, yang jika dilihat sisi koin yang tampak ke atas, perbuatan tersebut adalah perbuatan yang sangat mulia. Tapi mungkin jika kita balik koin orang tersebut, yang kita temukan adalah sebuah korupsi besar-besaran yang dilakukan dengan mengambil hak orang lain.
Yang mau saya sampaikan di sini melalui cerita-cerita tersebut adalah, jangan terlalu cepat menghakimi orang, apapun yang dilakukannya, sesakit apapun orang itu menyakitimu. Jangan cuma lihat sisi koin yang tampak, tapi cobalah baliklah sisi koin yang tidak tampak itu, mungkin kita akan melihat sebuah kisah yang cukup menarik tentang latar belakang tindakan orang tersebut.
Satu hal lagi, sekedar mengingatkan bahwa penghakiman bukanlah hak manusia. Jadi mari kita jangan pernah malas membalik setiap koin yang kita temui.
Selamat menikmati hari ini, Tuhan memberkati
Blog ini berisi curahan pemikiran, ide-ide, insight, maupun hasil renungan penulis. Mulai dari pemikiran mengenai kejadian yang terjadi di sekitar penulis, hingga refleksi dari kegiatan pekerjaan penulis.
Jumat, 21 Oktober 2011
Kamis, 20 Oktober 2011
WHAT'S IN A NAME?
"What's in a name?That which we call a rose by any other name would smell as sweet" (Shakespeare, Romeo and Juliet II, ii, 1-2)
Apa sih arti sebuah nama?setangkai mawar sekalipun kita sebut dengan nama apa saja dia tetap mengeluarkan aroma yang manis.
Seringkali kita pun bertanya apa sih artinya sebuah nama selain sebagai sebuah identitas diri dan panggilan diri. Dari situ kita sering menyepelekan nama yang diberikan orang tua kita, bahkan dalam beberapa kasus yang diceritakan oleh beberapa rekan relawan untuk pendampingan anak jalanan ada banyak anak jalanan yang benar-benar sudah melupakan nama asli mereka dan menggantinya dengan nama panggilan baru.
Mungkin terdengar cukup sepele dan terkesan cuma hal kecil, SEBUAH NAMA, tapi percaya atau tidak, bahwa sebuah nama dapat mempengaruhi jalan hidup seseorang.
Dalam banyak tradisi dan religi, nama memegang peranan penting dalam hidup manusia. Bahwa nama itu adalah doa pertama orang tua yang ditanamkan dalam diri si bayi, tentang harapan, impian, ataupun kenangan orang tuanya yang ingin di tanamkan dalam diri si anak, yang tentunya doa, harapan, impian dan kenangan orang tua tersebut akan dibawa si anak hingga akhirnya kelak.
Dalam tradisi kuno Jepang, nama adalah sebuah mantra paling sederhana yang dimiliki seseorang, yang mana jika orang tersebut meyakini arti namanya maka mantra tersebut akan terwujud nyata dalam hidupnya. Dalam tradisi Jawa pun ada kepercayaan bahwa seorang bayi yang baru lahir harus diberi nama yang sesuai dengan dirinya, jika ternyata nama yang diberikan "terlalu berat" untuk si bayi maka si bayi akan menjadi sakit, dan untuk mengubah nama harus diadakan upacara khusus. Bahkan dalam mitologi barat ada cerita bahwa seorang penyihir tidak diperbolehkan menggunakan nama aslinya. Nama aslinya harus dirahasiakan sejak dia dilatih menjadi penyihir. Karena jika ada penyihir lain yang mengetahui nama aslinya, maka akan sangat mudah untuk mengirimkan Demon-demon untuk menghancurkan musuhnya, juga dapat mengirim mantra untuk mengikatnya. Karena dipercaya bahwa setiap roh diciptakan harus tunduk pada mantra-mantra tertentu, dan ketika seseorang lahir dan diberi nama, nama itulah ikatan pertama terhadap rohnya sebagai identitas rohnya. Dan jika ada orang yang memantrai nama tersebut maka roh yang memiliki identitas dengan nama tersebut harus patuh pada mantra yang dikirimkan tersebut.
Dalam budaya dan reliji kuno Jawa, penggantian nama harus dilakukan dengan upacara khusus. Hal tersebut dilakukan dengan alasan sama seperti yang dibahas di atas. Karena untuk mengubah nama seseorang yang perlu dilakukan adalah melepaskan ikatan nama yang lama terhadap roh orang yang bersangkutan, lalu setelah itu baru bisa diberikan identitas (doa) yang baru terhadap roh tersebut. Penggantian nama pun hanya boleh dilakukan dengan alasan yang benar-benar kuat dan mendasar. Seperti seorang tetangga saya yang sewaktu kecil namanya diganti menjadi "Slamet", nama yang sederhana bagi era sekarang, tapi bagi orang tuanya itu adalah hal yang luar biasa. Penggantian nama tersebut dilakukan setelah si Slamet ini bisa selamat dari sebuah kecelakaan yang bahkan menurut penilaian medis seharusnya menewaskan dia. Dan sebagai ucapan syukur sekaligus doa untuk putranya dia diganti nama menjadi "Slamet".
Dalam alkitab Perjanjian Lama pun ada satu cerita mengenai pergantian nama. Ketika seorang Abram dan Sarai berubah nama menjadi Abraham dan Sarah, pada saat mereka diberitahu bahwa Abram akan menjadi Bapa dari segala bangsa.
Dalam mitologi barat, ketika seorang penyihir harus mengganti nama mereka dengan tujuan menyembunyikan nama aslinya, mereka tidak menggunakan upacara penggantian nama, karena nama baru yang akan mereka gunakan tidak akan digunakan sebagai ikatan roh, dan membiarkan nama lama mereka yang tetap digunakan sebagai identitas roh mereka. Sehingga jika ada serangan mantra dari penyihir lain, mantra tersebut tidak akan menyerang hingga ke dalam roh.
Dari contoh-contoh tersebut di atas sudah sangat jelas nahwa nama itu memegang peranan penting dalam hidup seseorang, bukan sekedar huruf yang tercetak di akte kelahiran, kartu pelajar, KTP, ataupun SIM. Tapi lebih pada doa dari orang tua kita yang tercetak sangat dalam ke dalam roh yang menopang kehidupan kita masing. Bahkan jika kita bisa meng'amin'i nama kita yang merupakan doa tersebut hasilnya akan sangat luar biasa, karena doa pertama dari orang tua kita yang tentu saja menandai restu mereka akan kelahiran kita di dunia ini bisa diyakini dan diusahakan sebagai hal yang "YA" dan "PASTI" dalam kehidupan kita.
Jadi jangan pernah menyepelekan arti sebuah nama, apapun dan siapapun, nama itu adalah doa yang selalu baik.
Selamat melanjutkan hari, Tuhan memberkati kita semua
Apa sih arti sebuah nama?setangkai mawar sekalipun kita sebut dengan nama apa saja dia tetap mengeluarkan aroma yang manis.
Seringkali kita pun bertanya apa sih artinya sebuah nama selain sebagai sebuah identitas diri dan panggilan diri. Dari situ kita sering menyepelekan nama yang diberikan orang tua kita, bahkan dalam beberapa kasus yang diceritakan oleh beberapa rekan relawan untuk pendampingan anak jalanan ada banyak anak jalanan yang benar-benar sudah melupakan nama asli mereka dan menggantinya dengan nama panggilan baru.
Mungkin terdengar cukup sepele dan terkesan cuma hal kecil, SEBUAH NAMA, tapi percaya atau tidak, bahwa sebuah nama dapat mempengaruhi jalan hidup seseorang.
Dalam banyak tradisi dan religi, nama memegang peranan penting dalam hidup manusia. Bahwa nama itu adalah doa pertama orang tua yang ditanamkan dalam diri si bayi, tentang harapan, impian, ataupun kenangan orang tuanya yang ingin di tanamkan dalam diri si anak, yang tentunya doa, harapan, impian dan kenangan orang tua tersebut akan dibawa si anak hingga akhirnya kelak.
Dalam tradisi kuno Jepang, nama adalah sebuah mantra paling sederhana yang dimiliki seseorang, yang mana jika orang tersebut meyakini arti namanya maka mantra tersebut akan terwujud nyata dalam hidupnya. Dalam tradisi Jawa pun ada kepercayaan bahwa seorang bayi yang baru lahir harus diberi nama yang sesuai dengan dirinya, jika ternyata nama yang diberikan "terlalu berat" untuk si bayi maka si bayi akan menjadi sakit, dan untuk mengubah nama harus diadakan upacara khusus. Bahkan dalam mitologi barat ada cerita bahwa seorang penyihir tidak diperbolehkan menggunakan nama aslinya. Nama aslinya harus dirahasiakan sejak dia dilatih menjadi penyihir. Karena jika ada penyihir lain yang mengetahui nama aslinya, maka akan sangat mudah untuk mengirimkan Demon-demon untuk menghancurkan musuhnya, juga dapat mengirim mantra untuk mengikatnya. Karena dipercaya bahwa setiap roh diciptakan harus tunduk pada mantra-mantra tertentu, dan ketika seseorang lahir dan diberi nama, nama itulah ikatan pertama terhadap rohnya sebagai identitas rohnya. Dan jika ada orang yang memantrai nama tersebut maka roh yang memiliki identitas dengan nama tersebut harus patuh pada mantra yang dikirimkan tersebut.
Dalam budaya dan reliji kuno Jawa, penggantian nama harus dilakukan dengan upacara khusus. Hal tersebut dilakukan dengan alasan sama seperti yang dibahas di atas. Karena untuk mengubah nama seseorang yang perlu dilakukan adalah melepaskan ikatan nama yang lama terhadap roh orang yang bersangkutan, lalu setelah itu baru bisa diberikan identitas (doa) yang baru terhadap roh tersebut. Penggantian nama pun hanya boleh dilakukan dengan alasan yang benar-benar kuat dan mendasar. Seperti seorang tetangga saya yang sewaktu kecil namanya diganti menjadi "Slamet", nama yang sederhana bagi era sekarang, tapi bagi orang tuanya itu adalah hal yang luar biasa. Penggantian nama tersebut dilakukan setelah si Slamet ini bisa selamat dari sebuah kecelakaan yang bahkan menurut penilaian medis seharusnya menewaskan dia. Dan sebagai ucapan syukur sekaligus doa untuk putranya dia diganti nama menjadi "Slamet".
Dalam alkitab Perjanjian Lama pun ada satu cerita mengenai pergantian nama. Ketika seorang Abram dan Sarai berubah nama menjadi Abraham dan Sarah, pada saat mereka diberitahu bahwa Abram akan menjadi Bapa dari segala bangsa.
Dalam mitologi barat, ketika seorang penyihir harus mengganti nama mereka dengan tujuan menyembunyikan nama aslinya, mereka tidak menggunakan upacara penggantian nama, karena nama baru yang akan mereka gunakan tidak akan digunakan sebagai ikatan roh, dan membiarkan nama lama mereka yang tetap digunakan sebagai identitas roh mereka. Sehingga jika ada serangan mantra dari penyihir lain, mantra tersebut tidak akan menyerang hingga ke dalam roh.
Dari contoh-contoh tersebut di atas sudah sangat jelas nahwa nama itu memegang peranan penting dalam hidup seseorang, bukan sekedar huruf yang tercetak di akte kelahiran, kartu pelajar, KTP, ataupun SIM. Tapi lebih pada doa dari orang tua kita yang tercetak sangat dalam ke dalam roh yang menopang kehidupan kita masing. Bahkan jika kita bisa meng'amin'i nama kita yang merupakan doa tersebut hasilnya akan sangat luar biasa, karena doa pertama dari orang tua kita yang tentu saja menandai restu mereka akan kelahiran kita di dunia ini bisa diyakini dan diusahakan sebagai hal yang "YA" dan "PASTI" dalam kehidupan kita.
Jadi jangan pernah menyepelekan arti sebuah nama, apapun dan siapapun, nama itu adalah doa yang selalu baik.
Selamat melanjutkan hari, Tuhan memberkati kita semua
Senin, 17 Oktober 2011
RENUNGAN INDAH - W.S RENDRA
Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS)
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya diatas ranjang RS)
Minggu, 16 Oktober 2011
ROKOK, JENDER, DAN NASEHAT DILARANG MEROKOK
Semalam membaca status seorang teman dimana di dalam komentar-komentarnya dia bilang 'cewek g boleh ngerokok'. Sebuah pernyataan yang cukup aneh apalagi jika dilontarkan di era sekarang ini -mungkin jika dia ngomong gitu di tahun 70an akan banyak yang dukung ya :)-. Disini bukan berarti saya mendukung cewek boleh merokok, karena sebetulnya saya termasuk orang yang akan memasang tulisan "NO SMOKING, OR YOU'LL BE SHOT AT YOUR HEAD" besar-besar di kamar saya, karena saya benci jika kamar saya bau asap rokok.
Yang sedikit menyenggol saya untuk menanggapi pernyataan teman saya itu adalah begini :
1. Apakah rokok itu barang berjender?sehingga bisa ditentukan jenis kelamin apa yang boleh merokok dan mana yang tidak boleh? Ataukah dia melontarkan pernyataan itu hanya berlatar belakang pandangan publik -yang sebetulnya saat ini hanya berlaku di daerah pedesaan- mengenai cewek ngrokok adalah cewek nakal?
2. Sedikit lucu ketika seseorang melarang orang lain untuk merokok sementara dia masih memberi contoh yang buruk kepada orang tersebut -well, kita semua tau, tiap anak laki-laki berhak membantah bapaknya ketika disuruh berhenti merokok jika bapaknya masih merokok dengan dalih "Bapak aja juga ngrokok!!", benar ga?-
Jika beralasan pada pandangan satu sepertinya dilihat dari manapun rokok bukanlah barang berjender bukan?sehingga setiap orang punya hak untuk merasakannya -kecuali anak kecil ya :) kalau saya tulis anak kecil juga berhak ntar saya berhadapan dengan Kak Seto :p-, setuju ga? Atau mungkin pernyataan itu dikeluarkan karena melihat pandangan publik bahwa cewek ngrokok adalah cewek nakal, dan cewek nakal adalah cewek gampangan? Walaupun pandangan ini sebetulnya sudah tidak berlaku lagi di wilayah perkotaan dan hanya ngetrend di daerah pinggiran dan pedesaan, atau juga jika kita lahir di era 60an, sehingga usia gaul kita ada di era 70 atau 80an, itu bisa jadi alasan yang sangat kuat, tapi sekarang? Silakan dijawab sendiri ya. Bagi saya sendiri -sekalipun saya ga suka ngeliat orang ngrokok di sekitar saya karena akan sangat mengganggu saya- alasan seperti itu pun jadi sangat ga adil dan sangat mengangkat isu jender, kenapa yang jadi nakal ketika merokok hanya cewek? Kalo beberapa orang bilang rokok itu obat stres, apakah yang bisa mengalami stres hanya kaum pria? Kalau yang punya status itu menulis merokok itu obat sariawan, apakah yang bisa sariawan hanya pria? Nah gimana kalo jenis kelaminnya di balik aja, jadi kalo cowok ngerokok tu dia pasti cowok nakal dan gampangan, bisa kah jadi begitu? -BUKAN BERARTI SAYA REKRUTAN KAUM FEMINIS YA- Sehingga setiap orang berhak berpandangan pada tiap cowok yang ngrokok "AH, LONTE LU, DASAR COWOK MURAHAN, BISPAK LU" bener ga? -saya yakin banyak cewek yang akan setuju dengan tulisan saya ini.
Sekali lagi saya menekankan bahwa saya tidak mendukung perilaku merokok, sehingga di aragraf terakhir ini saya akan menegasi semua tulisan persetujuan saya tentang perilaku merokok pada masing-masing jenis kelamin :). OK, kita dalam comments di status kawan saya itu dia menulis "cewek ga boleh merokok" mungkin adalah upaya dia mengatakan dia tidak suka melihat atau "JIKA" mempunyai cewek/pacar/istri yang merokok. Tapi apakah berhak seseorang menginginkan pasangan yang sempurna di matanya kalau dia tidak bisa menjadi sempurna di mata pasangannya? Apalagi jika kamu seorang cowok yang besoknya akan jadi kepala rumah tangga, seseorang yang akan selalu jadi contoh bagi anak-anakmu, jadi contoh bagi istrimu, jadi imam bagi keluargamu, dan tentunya jadi orang yang akan selalu pasang badan jika keluargamu menghadapi masalah. Jadi jika kamu ingin keluarga yang sempurna di matamu, kamu juga harus bisa kasih contoh duluan, paling nggak kamu juga harus bisa menampilkan 'seperti apa sih yang sempurna menurutmu?'. Jadi ketika kamu memberi nasehat kepada pacar/istri atau besok suatu saat kamu punya anak, nasehatmu akan benar-benar didengarkan, karena mereka akan benar-benar menghormatimu, karena kamu bisa melakukan lebih dulu apa yang kamu nasehatkan kepada mereka.
Akhir kata, kalau kamu tidak ingin orang-orang terdekatmu merokok ya ajaklah mereka jangan merokok dengan cara kamu berhenti merokok dulu. :D
KETIKA LOMOGRAFI
Sudah setaun belakangan ini denger istilah lomografi, dan sudah hampir sebulan ini ada temen yang beli kamera lomo. Selidik punya selidik, ternyata lomografi ini sudah jadi mode di kalangan anak muda, tapi apa sih yang dimaksud lomografi itu?
Lomografi sendiri pada awalnya trademark komersil dari Lomographische AG, Austria, untuk produk dan layanan yang terkait dengan fotografi. Nama tersebut diinspirasikan dari nama perakitan lensa LOMO PLC di St.Petersburg, Rusia. LOMO PLC tersebut menciptakan dan memproduksi kamera 35mm otomatis kompak LOMO LC-A -- yang menjadi 'centerpiece dari marketing penjualan lomograf. kamera ini memiliki bentuk yang didasarkan pada Cosina CX-1 dan diperkenalkan pada awal 1980an.
Setelah aku pelajari lagi tentang hardware yang diterbitkan, ternyata sebagian besar (hampir semua malah) kamera lomo ini diciptakan hanya memiliki satu efek. Well...sedikit catatan bahwa lomografi sendiri didefinisikan sebagai sebuah modus snapshot yang simpel dan memiliki karakteristik over saturated, blury, oldie, dsb. Contohnya pada kamera lomo fisheye, efek yang ditanamkan hanyalah sebuah lensa wideangel pendek yang mampu memberikan efek distorsi fisheye.
Setelah sya pelajari lebih dalam lagi, ternyata efek pada lomografi tidak hanya terbatas pada kamera, seperti yang diketahui secara terbatas pada pecinta lomografi baru, tapi juga sampai pada efek kamar gelap yang tidak biasa.
Setelah sampai disini pembelajaran saya, saya lalu berpikir, kenapa ga sekalian pake analog SLR aja?kalaupun sebagian besar pecinta LOMO ini menghindari pemakaian kamera digital, tapi saya pikir semua efek yang bisa dihasilkan oleh kamera LOMO sangat bisa dihasilkan oleh kamera SLR analog. OK kita bicara masalah "don't think, just shoot" jargon dari pabrikan LOMO yang sebetulnya hampir sama dengan "The Kodak Moment". Tapi menurutku itu cuma bahan marketing yang dipakai untuk mempengaruhi orang dan membuat orang berpikir, bahwa "memakai kamera LOMO kamu ga perlu mikir buat ngehasilin gambar yang aneh-aneh, ga kaya make kamera SLR analog", padahal dengan memakai analog, pembelajaran kita bakal lebih jauh lagi. Sebenarnya permainan di kamera LOMO kan cuma masalah saturasi, dan pencahayaan yang bisa dihasilin dari film effect dan light meter effect, beberapa bisa dimainkan dengan penggantian lensa, bahkan untuk lomografer yang sudah profesional, efeknya sudah dimulai oleh para pecinta fotografi yang memakai SLR ataupun format medium sejak puluhan tahun lalu dengan penambahan media efek pada pencetakan dengan penyinaran di enlarger manual.
Yah, kalau pendapat saya pribadi tentang Lomografi adalah, dia menutup kemungkinan untuk kita belajar lebih banyak tentang fotografi (terutama manual) dengan memberi kita cara praktis untuk mengambil gambar. Gimana pendapat anda?
atau mungkin ada yang mau menambahkan, mengingat pembelajaran saya tentang kamera lomo ini belum banyak :)
Lomografi sendiri pada awalnya trademark komersil dari Lomographische AG, Austria, untuk produk dan layanan yang terkait dengan fotografi. Nama tersebut diinspirasikan dari nama perakitan lensa LOMO PLC di St.Petersburg, Rusia. LOMO PLC tersebut menciptakan dan memproduksi kamera 35mm otomatis kompak LOMO LC-A -- yang menjadi 'centerpiece dari marketing penjualan lomograf. kamera ini memiliki bentuk yang didasarkan pada Cosina CX-1 dan diperkenalkan pada awal 1980an.
Setelah aku pelajari lagi tentang hardware yang diterbitkan, ternyata sebagian besar (hampir semua malah) kamera lomo ini diciptakan hanya memiliki satu efek. Well...sedikit catatan bahwa lomografi sendiri didefinisikan sebagai sebuah modus snapshot yang simpel dan memiliki karakteristik over saturated, blury, oldie, dsb. Contohnya pada kamera lomo fisheye, efek yang ditanamkan hanyalah sebuah lensa wideangel pendek yang mampu memberikan efek distorsi fisheye.
Setelah sya pelajari lebih dalam lagi, ternyata efek pada lomografi tidak hanya terbatas pada kamera, seperti yang diketahui secara terbatas pada pecinta lomografi baru, tapi juga sampai pada efek kamar gelap yang tidak biasa.
Setelah sampai disini pembelajaran saya, saya lalu berpikir, kenapa ga sekalian pake analog SLR aja?kalaupun sebagian besar pecinta LOMO ini menghindari pemakaian kamera digital, tapi saya pikir semua efek yang bisa dihasilkan oleh kamera LOMO sangat bisa dihasilkan oleh kamera SLR analog. OK kita bicara masalah "don't think, just shoot" jargon dari pabrikan LOMO yang sebetulnya hampir sama dengan "The Kodak Moment". Tapi menurutku itu cuma bahan marketing yang dipakai untuk mempengaruhi orang dan membuat orang berpikir, bahwa "memakai kamera LOMO kamu ga perlu mikir buat ngehasilin gambar yang aneh-aneh, ga kaya make kamera SLR analog", padahal dengan memakai analog, pembelajaran kita bakal lebih jauh lagi. Sebenarnya permainan di kamera LOMO kan cuma masalah saturasi, dan pencahayaan yang bisa dihasilin dari film effect dan light meter effect, beberapa bisa dimainkan dengan penggantian lensa, bahkan untuk lomografer yang sudah profesional, efeknya sudah dimulai oleh para pecinta fotografi yang memakai SLR ataupun format medium sejak puluhan tahun lalu dengan penambahan media efek pada pencetakan dengan penyinaran di enlarger manual.
Yah, kalau pendapat saya pribadi tentang Lomografi adalah, dia menutup kemungkinan untuk kita belajar lebih banyak tentang fotografi (terutama manual) dengan memberi kita cara praktis untuk mengambil gambar. Gimana pendapat anda?
atau mungkin ada yang mau menambahkan, mengingat pembelajaran saya tentang kamera lomo ini belum banyak :)
Jumat, 14 Oktober 2011
SALES TIPS : and our weapon is....
Pertama kali menjadi sales beberapa tahun yang lalu saya kurang memahami hal ini, bahwa dalam setiap pekerjaan pasti ada senjata yang harus dimiliki. Tukang kayu dengan meteran, penggaris siku dan gergajinya; tukang jahit dengan benang, jarum dan meterannya, bahkan HRD pun harus mempersenjatai dirinya dengan kemampuan menggunakan alat tes dan kemampuannya "membaca" lawan bicaranya pada saat interview.
Lalu apa senjata sales? Senjata utama yang harus dimiliki seorang sales adalah selembar kartu nama, yang kedua adalah hapalan tentang harga, yang biasanya akan diwakili oleh lembaran pricelist. Dua hal tersebut adalah senjata utama disamping pemahaman produk dan kepercayaan diri serta semangat juang yang tidak pernah habis.
Sedikit cerita mengenai dua senjata utama tersebut, yang memang sangat penting. Memang seorang sales tidak boleh lepas dari kedua hal tersebut. Sebetulnya tanpa kartu nama sales masih bisa bekerja, dengan menuliskan nama dan kontaknya di pricelist yang dia tinggalkan pada customernya. Tapi bagaimana jika info harga tidak diberikan dalam bentuk pricelist? Seperti seorang sales perumahan yang tidak akan membawa pricelist kemana-mana. Ya, intinya kartu nama memang akan menjadi sangat penting.
Ketika pertama kali saya bekerja sebagai seorang sales pun saya melakukan hal yang sedikit ekstrim, bahkan sedikit membutuhkan muka yang lebih tebal dari biasanya. Ketika itu saya belum memiliki kartu nama sendiri karena masih minggu pertama bekerja. Yang saya lakukan waktu itu adalah saya menggunakan kartu nama atasan saya yang saya "Tip Ex" nama dan nomer telponnya lalu saya ganti dengan nama dan nomer telpon saya. Hal itu saya lakukan mengingat bahwa jika bertemu dengan klien yang cukup penting, salah satu cara untuk membuat mereka ingat kepada kita adalah dengan meninggalkan kartu nama. Apalagi jika pertemuan dengan klien tersebut terjadi di sebuah acara yang tidak mungkin membawa pricelist. Lagipula akan jadi kurang sopan jika kita berkenalan dan kita meminta kartu nama lawan bicara sedangkan kita tidak memiliki kartu nama untuk ditukar. Jadi kartu nama ini akan menjadi satu hal yang cukup krusial untuk bisa membuat klien/customer kita bisa mengingat kita dan bendera perusahaan kita. Jadi melihat pengalaman saya, saya sarankan untuk para sales baru yang belum punya kartu nama, jangan malu melakukan apapun supaya anda memiliki selembar kartu dengan nama anda di atasnya.
Yang kedua adalah pemahaman harga, seorang sales harus hapal atau setidaknya tahu harga barang yang dijualnya. Bagaimana jika tidak tahu dan tidak hapal? Karena itulah kita jadi tahu betapa pentingnya lembaran pricelist. Lembaran pricelist (atau dalam bentuk digital) akan sangat membantu seorang sales untuk menginfokan harga. Tanpa pricelist seorang sales hanya akan tampak seperti seorang penderita rabun jauh minus 15 yang lari pagi tanpa kacamata, yang akan tabrak kiri tabrak kanan karena sedikit kelabakan mencari jalan. Jadi saya sarankan untuk teman-teman sales baru, jangan pernah biarkan Pricelist itu jauh-jauh dari pandangan anda, atau anda akan seperti orang kebingungan ketika ditanya harga.
Begitulah sedikit penjabaran saya mengenai dua buah senjata utama sales, Jangan pernah menyepelekan selembar kartu nama, anda harus punya itu, apapun bentuknya. Selain itu jangan pernah melepaskan lembaran pricelist dari pandangan anda, terutama ketika anda berada dalam jam kerja.
HAPPY SELLING....Salam :)
Langganan:
Postingan (Atom)