Selasa, 28 Februari 2012

PERCINTAAN MAUT

Langkah kaki terayun gontai
Coba tuk terus berjalan ungkap hidup
enggan tuk lepas jiwa diri
Dalam megahnya arti hidup

Onggokan bangkai itu terus coba maju
tak peduli tubuh
yang penuh bercak kotoran dunia

Menengadah ke langit
tuk teriakkan lara tak tertahan
tapi langit tersenyum sinis
menatap seonggok tubuh
tak berdaya dalam cengkraman maut

Ketika dia berteriak pada bunda bumi
bumi membuangnya
membuatnya hilang dari abad-abad sejarah
hingga onggokan bangkai itu haya mampu berjalan
pelan, melayangkan kakinya
berat, dan terus melangkah,
melanjutkan percintaannya dengan kematian