Alkisah di suatu kelas filsafat di kampus Psikologi Sanata Dharma Yogyakarta ruang 403....Seorang dosen filsafat berdiri di depan kelas saat kuliah dimulai. Kemudian dia mengambil toples (bukan top-less) kosong dan mengisi toples itu dengan bola-bola golf.
Kemudian beliau bertanya kepada mahasiswa-mahasiswanya: " Apakah toples ini sudah penuh?". Serentak mahasiswa-mahasiswanya menjawab : "Sudah Romoooooo..!!!". Kemudian beliau pun tersenyum.
Kemudian dia menuangkan batu-batu kerikil ke dalam toples, mengguncang-guncang dengan ringan, sehingga kerikil-kerikil tersebut mengisi tempat-tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian beliau bertanya lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?". Mahasiswa-mahasiswanya pun menjawab : "Sudaaaaah...!!!". Beliaupun kembali tersenyum.
Selanjutnya beliau menabur pasir ke dalam toples (bukan top-less). Dan pasir pun menutupi semuanya. Kembali beliau bertanya : "Bagaimana sekarang? Penuh sudah?". Mahasiswa menjawab: "Sudah Romooo...!!!"
Dan kemudian, beliau menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan ostosmastis menutup semua ruangan kosong diantara pasir.
Mahasiswa-mahasiswanya pun tertawa.
Kemudian beliau berkata: "Sekarang saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola2 golf adalah hal-hal yang penting. Yaitu Tuhan, keluarga, anak2, cinta, kesehatan,dll. Jika yang lain hilang, dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu MASIH TETAP PENUH. Batu-batu kerikil adalah hal-hal lain, seperti pekerjaan, rumah, mobil, atau harta benda yang lain. Pasir adalah hal-hal yang sepele. Jika pertama kali kalian memasukkan pasir, maka TIDAK akan tersisa ruangan untuk bola2 golf dan batu kerikil. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal2 yang sepele, kalian tidak akan punya ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian. jadi berilah perhatian untuk hal2 yang penting untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan adik2/kakak2mu/orang tuamu, JAGALAH KESEHATANMU (^_^), ajak pasanganmu untuk keluar makan malam, dsb. Berilah perhatian terlebih dahulu kepada BOLA2 GOLF. Hal-hal yang benar2 penting. Atur prioritasmu, baru yang terakhir urus pasir-pasirnya."
Kemudian salah satu mahasiswa mengangkat tangan dan bertanya: Lalu kopi mewakili apa Romo?"
Beliau pun tersenyum, dan berkata: "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, TETAP SELALU TERSEDIA TEMPAT UNTUK SECANGKIR KOPI BERSAMA SAHABAT."
**Repost dari http://www.facebook.com/notes/martinus-sinulingga/toples-bukan-top-less-kehidupan/10150256648193190
Kemudian beliau bertanya kepada mahasiswa-mahasiswanya: " Apakah toples ini sudah penuh?". Serentak mahasiswa-mahasiswanya menjawab : "Sudah Romoooooo..!!!". Kemudian beliau pun tersenyum.
Kemudian dia menuangkan batu-batu kerikil ke dalam toples, mengguncang-guncang dengan ringan, sehingga kerikil-kerikil tersebut mengisi tempat-tempat yang kosong di antara bola-bola golf.
Kemudian beliau bertanya lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?". Mahasiswa-mahasiswanya pun menjawab : "Sudaaaaah...!!!". Beliaupun kembali tersenyum.
Selanjutnya beliau menabur pasir ke dalam toples (bukan top-less). Dan pasir pun menutupi semuanya. Kembali beliau bertanya : "Bagaimana sekarang? Penuh sudah?". Mahasiswa menjawab: "Sudah Romooo...!!!"
Dan kemudian, beliau menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan ostosmastis menutup semua ruangan kosong diantara pasir.
Mahasiswa-mahasiswanya pun tertawa.
Kemudian beliau berkata: "Sekarang saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola2 golf adalah hal-hal yang penting. Yaitu Tuhan, keluarga, anak2, cinta, kesehatan,dll. Jika yang lain hilang, dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu MASIH TETAP PENUH. Batu-batu kerikil adalah hal-hal lain, seperti pekerjaan, rumah, mobil, atau harta benda yang lain. Pasir adalah hal-hal yang sepele. Jika pertama kali kalian memasukkan pasir, maka TIDAK akan tersisa ruangan untuk bola2 golf dan batu kerikil. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal2 yang sepele, kalian tidak akan punya ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian. jadi berilah perhatian untuk hal2 yang penting untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan adik2/kakak2mu/orang tuamu, JAGALAH KESEHATANMU (^_^), ajak pasanganmu untuk keluar makan malam, dsb. Berilah perhatian terlebih dahulu kepada BOLA2 GOLF. Hal-hal yang benar2 penting. Atur prioritasmu, baru yang terakhir urus pasir-pasirnya."
Kemudian salah satu mahasiswa mengangkat tangan dan bertanya: Lalu kopi mewakili apa Romo?"
Beliau pun tersenyum, dan berkata: "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, TETAP SELALU TERSEDIA TEMPAT UNTUK SECANGKIR KOPI BERSAMA SAHABAT."
**Repost dari http://www.facebook.com/notes/martinus-sinulingga/toples-bukan-top-less-kehidupan/10150256648193190
Tidak ada komentar:
Posting Komentar