Tangan yang terulur lemah itu menengadah
sesekali menggenggam kuat
ingin memberi kesan kokoh, tak tergoyah
sekalipun nafasnya sudah terdengar berat
merasa kalau sendiri adalah indah
walaupun sebetulnya ringkih
hanya tak ingin terlihat lemah
hingga diam di sudut merepih
kakinya berdiri tegak sedikit dibuka
sesekali menghentak kuat
ingin memberi kesan kokoh, tak tergoyah
sekalipun sebetulnya gemetar saat penat
merasa kalau sepi adalah sobat
sahabat pemberi konklusi
sekalipun jiwa rindu dipeluk erat
tapi bibir berkata “aku pilih sunyi dan sendiri”
“kenapa mesti sepi?” tanya hati
“kenapa mesti menyudut dan merepih?”
ada tangan lain untukmu yang selalu tersedia
ada pelukan yang akan selalu hangat
“sepi ini beri waktu untuk buka peta”
“tapi kenapa harus buka peta jika ada penunjuk jalan?”
“sepi ini beri kesempatan untuk berpikir maju”
“kenapa harus sepi jika ada tangan yang menggandeng maju?”
dedicated to semua temanku yang berpikir “sendiri” adalah pemecahan masalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar