Minggu, 25 September 2011

SALES TIPS : an opening

Beberapa waktu yang lalu saya diberi kesempatan untuk sedikit berbagi mengenai pekerjaan saya, di dalam acara sharing dunia kerja yang merupakan satu rangkaian dari acara Temu Alumni Psikologi Sanata Dharma Yogyakarta. Sharing ini dilakukan oleh alumni untuk mahasiswa yang baru masuk, untuk memperluas dan mempersiapkan pandangan mereka ke depan mengenai dunia kerja.
Memang pekerjaan yang saya kerjakan saat ini sedikit berbelok dari ranah psikologi pada umumnya, selain 3 orang teman saya yang juga membawakan sharing dengan pekerjaan yang sedikit "nyleneh" pada saat itu, yaitu wiraswasta, seniman, dan penyiar radio. Mungkin bagi sebagian besar mahasiswa psikologi yang menganggap bahwa kuliah di psikologi berarti juga bekerja di bidang ilmu psikologi, seperti psikologi industri, psikologi klinis, psikologi pendidikan, ataupun psikologi sosial, pekerjaan kami (atau boleh dibilang pilihan kami ini) sedikit unik dan diluar kewajaran, bahkan ada yang menanyakan "kalo pada akhirnya menjadi wiraswasta, apakah tidak merasa rugi sudah susah payah kuliah di psikologi?". Sebuah pertanyaan yang sangat wajar akan terlontar dari mahasiswa baru, dimana kita masih akan menemukan sebuah idealisme yang besar ketika memilih jurusan psikologi, apalagi jika psikologi itu memang adalah pilihan mereka sendiri.
Menjawab sedikit tentang pertanyaan tersebut, bahwa sebetulnya belajar psikologi adalah belajar tentang manusia, dan bekerja dalam bidang psikologi berarti pula adalah bekerja di segala bidang yang bersinggungan dengan manusia. Jadi menurut saya secara pribadi, apapun pekerjaan kita, kalau itu masih memerlukan sebuah keahlian untuk dapat berkomunikasi, memahami, berempati dan memberi feedback pada manusia lain berarti kita semua masih bekerja dalam jalur psikologi, benar begitu?
OK, kita kembali pada judul di atas, mengenai sales. Banyak orang, apalagi lulusan S1 yang memandang rendah posisi sales ataupun marketing. Padahal perlu diperhatikan, sales atau marketer, atau dalam bahasa Indonesianya bisa kita sebut "PEMASAR" adalah orang-orang besar. Dari deretan daftar orang-orang terkaya di dunia, sebagian besar di antaranya berprofesi sebagai pemasar. Menarik bukan? Selain itu perlu dengan sangat diperhatikan, bahwa untuk bidang industri, apalagi industri yang membutuhkan pemasaran, seperti retail dan distribusi, sales/marketer/pemasar adalah orang-orang terpenting bagi perusahaan, mereka adalah ujung tombak perusahaan, dimana kalau mereka tidak bisa menghasilkan penjualan, perusahaan tidak akan mendapat income, dan perusahaan tidak akan bisa menggaji karyawan-karyawannya. Dengan kata lain adalah : Kami, para sales/marketer/pemasar, adalah orang-orang yang memberi makan ratusan bahkan ribuan orang-orang yang bekerja pada sebuah perusahaan. Cukup hebat bukan? Sangat hebat malah, jadi jangan sekali-sekali memandang sebelah mata pekerjaan ini, dan jangan pernah merasa rendah diri karena bekerja sebagai seorang sales.
OK, tanpa berpanjang lebar lagi, saya ingin berbagi sedikit tips, untuk rekan-rekan yang tertarik terjun ke dunia pemasaran, atau yang sedang bergelut di dalamnya. Apa aja sih yang harus dilakuin oleh sales dan harus dimiliki oleh sales supaya dagangannya bisa laris?
1. Pemahaman Produk
Pastikan kamu paham akan produk yang kamu jual, baik kelebihan maupun kekurangan. Memang perlu mengakui kekurangan produk pada calon pembeli, tapi jangan terlalu sering diungkapkan, unggulkan saja kelebihannya karena itulah yang nantinya akan jadi nilai jual. Mengungkapkan kekurangan produk akan membuat calon pembeli berpikir ulang untuk membeli produk kita. Sedikit tambahan kita juga akan sangat perlu untuk mengenal produk kompetitor, sehingga kita bisa memberikan komparasi, tapi tetap, harus selalu mengunggulkan produk kita, jangan lepas Pe-De.Karena itu seorang sales juga harus mampu untuk melakukan survei pasar dan dapat mengumpulkan produk issue dari produk-produk kompetitor, mulai dari harga hingga pandangan pasar terhadapnya.
2. Percaya Diri
Dalam berjualan produk, usahakan selalu percaya diri dan selalu berpikiran positif. Ingat menjadi seorang sales kita harus bisa menjadi seorang brandsetter, artinya kita harus mampu mengubah mindset calon pembeli supaya mereka menganggap produk kita itu nomer satu dan tiada brand lain selain brand yang kita pasarkan. Sekali lagi, selalu percaya diri, jangan malu untuk bertemu orang baru, atau menelepon orang baru. Selalu pasang pemikiran bahwa mereka yang butuh kita bukan kita yang butuh mereka. Perkenalkan diri dengan baik, dan posisikan diri kita setara dengan calon pembeli. Sebagai seorang sales produk IT, pada saat pertama kali menjadi sales saya selalu minder ketika harus bertemu dengan owner toko-toko komputer ataupun manager-manager purchasing, tapi lama-kelamaan saya menyadari bahwa sebetulnya mereka itu butuh kita, dan sebetulnya hubungan antara kami itu adalah simbiose mutalisme dimana jika tidak ada produk yang saya pasarkan pun toko mereka akan miskin produk dan end user tidak suka itu. Maka sejak saat itu saya menemukan bahwa posisi sales itu sebetulnya sama dengan owner ataupun manager purchasing.
3. Kemampuan Komunikasi Yang Baik
Satu lagi yang dibutuhkan sales, kenapa hal ini penting? Karena menjadi sales berarti bertemu dengan banyak orang baru selama melakukan pekerjaannya, jika seorang sales tidak mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, maka yang terjadi adalah sang sales tidak dapat memperkenalkan dirinya dan perusahaannya, yang artinya si sales ini tidak akan dapat menjual produknya. Ingat, salah satu hal yang harus dilakukan sales adalah memperbanyak kenalan dan rekanan, karena semakin banyak kenalan dan rekanan artinya penjualan akan semakin lancar. bayangkan jika setiap bulannya kamu bisa menjual kepada 10% dari kenalanmu, jika kamu cuma punya kenalan 100 maka kamu hanya akan bisa menjual kepada 10 orang, tapi jika kamu punya kenalan 1000, maka kamu akan bisa menjual kepada 100 orang. Lagipula semakin banyak kenalan dan rekanan yang mengenal kamu dan produkmu, berarti semakin banyak media iklan yang kamu punya. Karena jika teman dari seorang kenalanmu ada yang membutuhkan barang yang kamu miliki mereka pasti akan merekomendasikan dirimu, yang artinya penjualan akan terjadi bukan?
Satu hal tambahan dalam kemampuan komunikasi. Seorang sales akan menjadi sangat baik jika mempunyai kemampuan persuasi yang baik, dimana kita bisa mempengaruhi pikiran calon pembeli kita, membuat mereka benar-benar percaya pada kita dan akhirnya mengambil barang yang kita pasarkan.
Well, mungkin sebetulnya masih banyak tips lainnya yang bisa dipelajari. Tapi untuk sementara sekian dulu dari saya, akan saya tambahkan lagi nanti jika ada waktu luang untuk menulis lagi.

Happy Selling....salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar